Rabu, 12 Maret 2014

Heart Scream's : Terbunuh Rokok atau Saya Bunuh.

Pukul  menunjukan 09:00 WIB,cuaca begitu dingin nya karena sebagian wilayah bekasi di guyur hujan tak henti-henti nya.  Pada suatu ketika ada seorang anak SMA (Sekolah Menengah Atas) sedang membeli rokok kepda WarungKopi (WarKop selanjutnya).

Pak Beli rokok ***m 1 batang. Ucap anak SMA.

Ni dek rokok nya,jawab si pemilik WarKop.

Ni pak uang nya. Si anak SMA mengeluarkan selembar uang seribu.

Sebelum uang tersebut diterima sang pemilik WarKop,ia bertanya terlebih dahulu pada anak SMA tersebut.

Dek kamu tau tidak penyebab dari dari rokok? Rokok dapat membunuhmu secara perlahan loh dek.. Ucap sang pemilik WarKop.
Iya sih pak,habis mau gimana lagi namanya terlanjur candu sama rokok.Timbal anak SMA.
Owh sudah candu yah,apa tidak difikirkan kembali.karena kamu tuh membeli rokok 1 btg dengan uang seribu sama saja kamu meminta tolong saya untuk membunuh kamu dan kamu bayar secara dicicil?ucap sang pemilik WarKop membuat anak SMA bingung.

lah bapak sendiri sedang merokok,kenapa bapak tidak takut terbunuh oleh rokok? Kan bapak sendiri yang berkata bahwa rokok dapat membunuhmu secara perlahan.jawab anak SMA dengan rasa gondok.

Gini loh dek saya kan sudah berusia lanjut,dan jika saya mati pun karena rokok tidak ada yang akan menanyakan tentang penyebab kematian saya.sedangkan jika kamu mati pada usia muda semua orang yang melayat ke rumah kamu akan bertanya-tanya atas kematian mu.
contoh “Si itu kenapa yah penyebab meninggalnya padahal masih muda,Wah..dengar-dengar dia mati karena mengkonsumsi banyak rokok”.Tutur kata sang pemilik WarKop kepada anak SMA.

Aduh…bapak bikin takut saja,si anak SMA dibuat berfikir dua kali atas jawaban bapak pemilik WarKop tersebut.

Gini aja deh saran saya dek,dari pada kamu mengkonsumsi rokok yang akan membunuh mu secara perlahan,bagaimana jika bapak bunuh kamu sekalian saja.agar tidak ada yang mengira kamu mati karena rokok…Ujar sang pemilik WarKop dengan tertawa terbahak-bahak.

Yah ga gituuu jugaaa kelees…wkwkwk...
 ikut tertawa akan ucapan tawaran sang pemilik WarKop.


Mohon maaf cerita diatas hanya fiktif belaka,dan tidak bermaksud apa-apa hanya sekedar intermezzo saja.

0 komentar:

Posting Komentar

Temukan Laman Ini Di :

Facebook Ujang-Aris : Aris Nur Ihsan
Funfage Facebook Ujang-Aris : Ujang Aris
Twitter Ujang-Aris : @UjangAris_